Mudik gratis merupakan ajang pulang kampung bersama-sama sesama perantau.
Keseruan mudik gratis dimulai dari perang tiket untuk mendapatkan slot mudik gratis, persiapan mudik, kemacetan hingga lebaran di kampung orang. Hal inilah yang membuat Mpo dan adik Mpo tertarik buat ikutan mudik gratis.
Sebenarnya Mpo tidak punya kampung tapi pesona mudik gratis bagaikan berlian yang berkilau yang mengajak orang-orang untuk menghampirinya.
Setiap mau lebaran Mpo memperhatikan jurusan mudik gratis siapa tahu ada tujuan menuju ke rumah saudara Mpo.
Kebetulan om dan Tante dari keluarga besar mama dan papa jadi perantau atau menikah dengan orang daerah. Mereka berada di berbagai provinsi mulai Jambi, Pati, Bandung, Sukabumi, Kendari, Palopo, Ujung Pandang, Tana Toraja, Pontianak dan Irian jaya . Sayangnya ke wilayah tersebut tidak ada program mudik gratis.
Awalnya iseng doang lagi scrolling Instagram ada status dari Instagram dpp_kamsri yang mengadakan mudik gratis ke Jambi lalu kita daftar lewat form dengan mengisi nama, alamat dan foto KTP.
Tanpa disangka kita terpilih. Mpo juga kaget karena tidak sangka bakalan terpilih dan mengisi formulir juga tanpa war-waran tiket mudik gratis.
Akhirnya kita dimasukan dalam group koordinasi lewat WhatsApp.
Tujuan mudik gratis ke Jambi tempat adiknya mama yang sejak dari muda sudah merantau kesana hingga akhir hayat dikuburan di Jambi.
Kesempatan mudik gratis jadi ajang Mpo merasakan mudik kaya orang-orang yang punya kampung sekaligus silahturahmi dengan keluarga om dan nyekar ke makam om.
Mpo hanya perlu waktu dua hari sebelum keberangkatan untuk mempersiapkan segalanya.
di rumah ada adik bungsu Mpo yang lebaran di Jakarta sehingga dalam dua hari Mpo bikin kue untuk hidangkan di rumah dan membuat hidangan yang awet untuk adik bungsu Mpo makan seperti kentang mustofa, telur asin, stok indomie, stok telur, sarden dan stok Frozen food aman di freezer.
Sehari menjelang keberangkatan Mpo, Mpo membersihkan rumah sebelum ditinggal seperti ganti hordeng baru, bersihkan kaca jendela, nyapu, ngepel hingga persiapan barang-barang yang akan dibawa saat pergi ke Jambi.
Setelah sahur Mpo siap-siap menuju kantor DPD RI buat regritrasi ulang untuk ikutan mudik gratis.
Di kantor DPD RI ada acara seremonial pelepasan mudik gratis bersama DPD RI - KAMSRI (Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya) yang dilepas oleh ketua DPD RI bapak Sultan Bactiar Najamuddin.
“Antusiasmenya juga cukup baik, bagus ya. (Mereka) rindu kampung halaman,” ujar Sultan Bactiar Najamuddin selaku Ketua DPD.
Ada 9 bis mudik gratis ke wilayah Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Palembang dengan total peserta 500 orang
Bapak Sultan Bactiar Najamuddin juga memberikan door prize berupa uang tunai 200.000 masing-masing 20 orang untuk katagori peserta mudik yang paling tua, peserta mudik yang paling muda, peserta mudik paling jauh, peserta mudik yang berulang tahun peserta mudik lagi hamil dan peserta mudik berstatus mahasiswa berprestasi.
Kita baru jalan dari jakarta ke Jambi hari Sabtu jam 12.30 wib . Perjalanan lancar bahkan pelabuhan Bakauheni tanpa macet sehingga kita bisa menikmati sunset dan karaoke di dalam kapal.
Sebelum berangkat ke Jambi Mpo iseng berkata sama adik Mpo “Kita palingan sampai hari Senin karena macet” ujar Mpo kepada adik Mpo. Omongan itu adalah doa dan itu terjadi.
Setelah keluar dari tol Palembang kita melewati jalur timur terjadi kemacetan akibat adanya kecelakaan.
Kemacetan ini ujian kesabaran selama kita puasa dan perjalanan mudik.
Kemacetan mulai terjadi pada hari Minggu jam 10.30 pagi . Kemacetan 20km membuat banyak pemudik kehabisan bekal akhirnya saat bis berhenti ia keluar cari warung terdekat untuk beli popmie dan numpang ke toilet di warung. Lagi asik antri beli popmie eh bis melaju dan kita mengejar bis dengan berlari akhirnya di tolong sama warga sekitar untuk diajak boncengan naik motor untuk mengejar bis.
Di saat macet kita bawa enjoy aja dan happy aja dengan versi kita masing-masing. Ada yang tidur, ada yang scrolling tiktok, ada yang dzikir, main game hingga karaoke bersama-sama di dalam bis mengusir rasa pengat selama kemacetan.
Ditengah kemacetan kita tetap puasa dan buka puasa dengan seadanya. Untungnya Mpo masih sisa kacang koro dan kentang mustofa. Kedua makanan tersebut jadi menu cemilan buka puasa selain air mineral.
Baru jam 23.30 di hari Minggu disaat kemacetan sudah teratasi kita berhenti di restoran Padang.
Mpo baru sampai ke Jambi hari Senin jam 01.30 pagi. Alhamdulillah kita sampai dalam kondisi sehat walafiat dan terwujud juga impian merasakan mudik.










